8 Jan 2015

Coffee "Early Morning"

Warung Kopi Asiang(Warkop Merapi) 
Open 03:00 WIB – 12:00 WIB 
Jl. Merapi  
(Samping RM.Ayam Goreng Remaja Jl. Diponegoro)
Pontianak, Kalimantan Barat

Mungkin sekilas kita lihat tidak ada penampakan yang berbeda antara warung kopi ini dengan warung kopi lainnya. Tapi asal teman tahu, di daerah saya, Pontianak, warung kopi ini terkenal dengan kenikmatan kopinya, plus sensasi berbeda di ngopi dini harinya. Penasaran? Kalau nggak ya maaf ya ^^ Mari kita ulik sedikit tentang salah satu warkop tersohor di Pontianak ini, hehe...
Pertama seperti yang sudah saya jelaskan diatas, warung kopi ini sedikit berbeda dengan warung kopi lainnya dikarenkan warung kopi ini beroperasinya dari pukul 03:00 dini hari sampai pukul 12:00 WIB (itu pun kalau kopinya belum habis ludes diserbu pembeli huhu...)
Dan dalam kesempatan kali ini saya sudah berbekal niat dari seminggu yang lalu (terhitung dari postingan ini ^^) untuk mampir kesini bersama teman saya dan merasakan sensasi apa yang berbeda sehingga membuat warung kopi ini lumayan legendaris di kelasnya, menurut saya hehe.
Pertama kali saya datang yang terlihat dari fisik bangunannya terkesan biasa saja, namun tetap dengan kursi yang lumayan padat pengunjung.
Saya datang sekitar pukul 07:00 WIB. Yaah, masih terbilang pagi untuk anak-anak yang terbiasa dengan kesibukan kuliah jam malam seperti saya *alasan biar
nggak di bilang mba-mba pemalas hihi..
Saya dan rekan saya memilih tempat duduk yang agak kedalam. Karena ada sekitar 7 meja diluar sudah penuh. Kami pun mengambil tempat duduk sekitar 2 meja dari pintu masuk.
Terdapat 2 ruko yang dijadikan satu untuk warkop ini. Tempat yang lumayan besar menurut saya, sehingga setiap orang bebas berlalu lalang tanpa perlu berhimpit-himpit(kebanyakan warung kopi di Pontianak seperti itu). Serta penataan tempat duduk yang saya bilang termasuk standar namun suasana dengan dinding dicat cream bersih dan terawat, cukup membuat otak dan mata sedikit segar di jam-jam genting dengan kantuk :D
Saya dan rekan saya memesan 2 gelas kopi susu dan 2 jenis kue untuk sarapan pagi kami, maklum lagi belum dapat tunjangan awal bulan sebagai mahasiswa hehe..
Sembari menunggu pesanan datang, saya berbincang-bincang dengan rekan saya. Dan tidak lupa check in di path(dira ismayanti akun saya, siapa tau mau let's be friends hehe), kemudian sedikit menjadi narsis dan mengupload di instagram.
Tidak terasa karena asyik mengobrol dan ber-medsos ria, kami tidak menyadari bahwa pesanan kami sudah datang. Si mbak yang mengantarkan penuh dengan pelayanan yang ramah, semakin membuat kami comfortable, dan jujur ini langsung memberikan nilai plus bagi saya. Karena sudah jarang sekali pelayan warung kopi yang ramah terhadap konsumen *mungkin lagi datang tamu hehe... So, langsung saja saya dan rekan saya mencicipi pesanan kami di warkop merapi pagi itu ^^

IMG_0974.JPGYum!
Saya memesan segelas kopi susu panas, Rp 6000/cangkir. Setelah mencicipi, saya langsung berasumsi sendiri bahwa ini adalah kopi susu dengan komposisi paling pas. Karena tidak jarang loh, ketika kita memesan kopi susu di warung kopi, yang hadir malah kopi hitam dengan susu sangat seadanya dan buat rasa tetap gula yang menonjol, lalu susunya kemana? Hmm -_-
Langsung saja kita beranjak mencicipi kue yang saya dipesan sekitar Rp 2.000/kue. Mungkin memang ini bukan kue buatan mereka atau hanya titipan dari teman, atau bisa juga warga sekitar. Namun kue yang disajikan memiliki tampilan rapi dan menggugah selera dengan warnanya *mungkin karena efek kantuk juga bisa bikin kue kelihatan cerah ^^ hehe (maaf kue yang di foto hanya ada satu :D)
Singkat cerita teman. Setelah kami bersantai, menikmati pagi yang semakin berlalu juga merasakan sensasi di tempat baru, kami sangat yakin takaran yang pas, serta pelayanan yang ramah yang membuat Warung Kopi Asiang ini menjadi buruan para coffee addict atau orang-orang yang sangat perlu untuk “bergadang”.
Bagaimana tidak menjadi warung kopi dengan nilai plus? Dengan takaran komposisi minuman yang pas, serta penyajian makanan yang bersih, dan pelayanan yang ramah dari mbak-mbak penjaga serta sepasang suami istri pemilik usaha ini, membuat orang tidak ragu untuk menjadikan tempat ini sebagai spot serta langganan mereka.
Ingin santai pun tidak ragu. Tidak perlu takut di omeli mbak-mbak penjaga warung kopi yang biasanya galak hehe *pengalaman pribadi teman hiks :(
Bravo Ahia dan Ai pemilik usaha ini, yang sewaktu saya mampir kesana sudah beramah tamah berbincang-bincang imut dengan saya hihihi. Semoga selalu lancar rejekinya! 👍

Dan buat para pelancong di Pontianak, jangan lupa untuk mampir kesini ya. Harga bersahabat dikantong kok ^.^ Alamat tempat ada di atas .^. Selamat berkopi-kopi ria hehe...


Jika kalian memiliki pendapat, informasi atau apapun bisa langsung posting komentar di bawah ^^ mari kita berbagi informasi. Semoga alam akan selalu bersahabat dengan kita. Peluk sayang untuk semua pembaca yang berhati mulai, semoga harimu menyenangkan ^^




Peduli Kehidupan di Hutan Indonesia

Hola hola viewers and readers, hehe bahasa asing nih :D Senang kalian bersedia membaca blog saya lagi. Dan saya tetap mohon maaf bagi yang terjebak di blog ini, tapi jika sempat baca sebentar ya ^^ scroll sedikit kebawah, mana tahu penting dan berguna bagi kita. Walaupun masih terdapat banyak kekukarangan informasi dan penulisan saat kalian membaca nanti, saya mohon maaf. Saya selalu berharap blog saya selalu bermanfaat ya untuk anda semua.

Kali ini saya akan membahas tentang HUTAN. Bukan karena saya bekerja di lembaga kehutanan, atau mahasiswi fakultas kehutanan, bukan pula anggota dari organisasi pecinta alam. Juga tulisan ini bukan sok tahu atau apalah itu teman, tapi saya hanya salah satu dari banyak orang biasa dan luar biasa diluar sana yang semakin perduli dengan keberadaan hutan-hutan yang bernasib malang di dunia, terutama di wilayah Indonesia yang tropis dan menjadi pusat perhatian dunia yang semakin hari kian semakin menipis luasnya.

Kita tidak akan membahas hal ini secara kilometer persegi, hektar, maupun secara skala, atau apalah itu. Jadi teman tidak perlu takut menjadi pusing akibat angka-angka, karena sebetulnya saya juga sering pusing dengan angka yang nol-nya lebih dari 5 *ketahuan kurang berlatih menghitung hehe…

Kita berbicara secara umum saja ya teman. Dengan sedikit lebih ringan(bukan timbangan ya ^^) namun tetap informatif dan membangun(kontraktor kali ya hehe), karena saya juga bukan pakarnya masalah hutan dan mengatahui seluk beluknya dengan sangat detail. Tetapi sekedar berbagi sedikit berbagi informasi yang saya tahu, yang saya pernah pelajari selama pendidikan serta yang saya browsing untuk melengkapi tulisan kali ini(kalian juga bisa searching kok ^^) Semoga bisa bermanfaat baik yaaa. Selamat membaca teman!

Di dunia ini terdiri dari daratan dan lautan, itu yang saya dan anda pelajari ketika masih duduk di bangku sekolah(ciyee pernah sekolah hehe). Dan kita juga pasti mengingat, di dalam pelajaran Agama kita juga di ajari bagaimana menghargai setiap bentuk makhluk hidup ciptaan Tuhan. Di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga kita diajari untuk saling menghargai sesama makhluk hidup. Serta di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kita juga dijelaskan dengan Simbiosis Mutualisme, yaitu pola interaksi yang erat antara organisme dengan spesies yang berbeda atau berlainan jenisnya.

Sekarang pertanyaan saya dengan segala kejadian sekarang ini, apakah segala bentuk kegiatan yang berada di hutan itu tidak termasuk dalam siklus kehidupan? Tentang fase tumbuh-tumbuhan yang melalui proses berupa tunas, lalu menjadi tumbuhan berakar yang kokoh,. Serta fase hewan yang dulu berupa telur atau pun yang dalam kandungan kemudian lahir menjadi bayi hewan, lalu menjadi hewan dewasa yang dapat bergerak, bersuara, bernafas, dll. Apakah itu semua bukan termasuk makhluk hidup? Apakah itu semua tidak berperan dalam sisi kehidupan manusia?

Jika anda menjawab "itu semua berperan, itu semua juga makhluk hidup", lalu mengapa kita tidak pernah perduli dengan keberadaan mereka? Dari sudut pandang saya, jawabannya adalah, karena sebagian besar dari umat manusia yang menetap di bumi ini tidak menyadari bahwa kehidupan yang tercipta di bumi semuanya atas se-izin Tuhan. Dengan kata lain bisa di kategorikan dengan tindakan tidak menghargai. Tidak menghargai setiap kehidupan lain yang sudah direncanakan Sang Pencipta.

Lalu jika sudah begini siapa yang patut disalahkan? Hewan yang memilih hidup di hutan? Atau tumbuhan yang hadir dengan seribu manfaatnya? Mungkin sebelum saya menulis jawabannya kalian juga sudah terlintas hal yang sama, yup benar! Yang sebenarnya yang perlu disalahkan adalah manusia.

Memang tidak dapat kita pungkiri ada beberapa para pencari nafkah di bidang ini, saya dan anda memang harus berfikir realistis. Jika para penambang ini tidak menebang pohon, lalu mereka mencari uang untuk makan mereka dari mana? Iya memang benar. Tapi juga harus disadari, dari setiap penebangan liar, untuk perkebunan, pabrik, dll, semua itu harus di pertanggungjawabkan dengan baik. Manusia memang memiliki sifat tamak, tidak mau tahu, sombong dan egois yang luar biasa. Tidak percaya? Sekedar untuk penyadar diri kita, mari lihat gambar di bawah yang saya searching di google.

Sekarang mari fokuskan pandangan anda ke wilayah Pulau Kalimantan(Borneo) yang terkenal dengan sebutan “Paru-paru Dunia”




Sudah melihat? Bayangkan bagaimana jadinya bumi tanpa hutan di tahun 2020. Bayangkan jika hujan yang di bulan-bulan tertentu disetiap tahun mengguyur belahan bumi bagian tropis dengan keadaan hutan yang dibilang sebagai “paru-paru dunia” seperti gambaran diatas, sedangkan wilayah perairan di bumi lebih luas dari pada daratan, apalagi Indonesia!

Pohon-pohon yang dulunya menjadi penampung air berkat akar-akarnya yang kokoh, telah habis untuk menjadi bahan olahan pabrik luar negeri, menjadi pondasi rumah kalian yang megah, menjadi kertas-kertas bagus yang harganya puluhan ribu 1 rim. Apakah sebanding dengan kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan?

Sadarilah bahwa setiap jenis kehidupan harus dihargai! Dan bumi ini selalu memiliki hukum alam yang tidak bisa ditoleransi. Bagaimana dengan kehidupan hewan-hewan di hutan ketika rumah mereka sudah gundul dan menghilang? Apakah kita semua bersedia hidup berdampingan dengan hewan? Misalnya, ketika ke bioskop, kita mengantre tiket dan yang berdiri di depan kita adalah segerombolan gajah yang ingin menonton juga. Kalian siap? Itu pemikiran konyol saya hehe *jangan terlalu tegang ya ^^. Tapi bagaimana jika pemikiran buruk saya terjadi? Seperti di film karya si om Matt Reeves, Dawn of The Planet of The Apes (hanya scene yang rusuh-rusuh dijalanan sih hehe), hewan-hewan bertaburan di jalanan, di rumah kita dan menghancurkan segalanya? Tidakkah itu tidak membuat kalian ngeri?

Yang jelas jika hutan benar-benar hilang dari bumi, hal yang di pastikan akan terjadi; bencana alam, tsunami, tanah longsor, banjir, dll. Kemudian akan terjadi kekacauan, hewan-hewan menyerang kota kemudian semua makhluk punah, tidak udara segar dari pohon, tidak ada dedaunan rindang, polusi dimana-mana, tidak ada lagi kegiatan perkemahan di gunung, tidak ada lagi penelitian tentang tumbuhan bermanfaat, tidak ada bahan dasar obat tradisional, dan masih banyak lagi.

Bisa kalian bandingkan sendirikan?
Hanya demi rumah megah yang bisa hancur kapan saja akibat tanah longsor, tsunami, gempa bumi. Kertas yang harganya puluhan ribu 1 rim yang bisa sobek, basah, terbakar. Sumpit makan kayu sekali pakai lalu dibuang dan bisa patah. Kalian tega mengorbankan masa depan bumi dan menghancurkan kehidupan kalian sendiri?
Bumi selalu menerima apa yang kita tanam, dan meminta kembali apa yang kita ambil darinya.

Dan setelah semua ini, kalian harus berfikir dua kali untuk merusaknya, bukankah begitu? Jika begitu, oke itu langkah baik. Sekarang, apa solusi untuk membatalkan masa depan buruk itu menjadi segar kembali?

ü  Membuang sampah pada tempatnya
ü  Mendaur ulang apapun yang masih layak digunakan, terutama plastik yang senyawanya tidak dapat terurai
ü  Ikut berperan dalam pembudidayaan hutan
ü  Membudayakan proses tebang pilih
ü  Ikut menyertakan dan membiasakan diri ‘setelah tebang tanam lagi’
ü  Bisa mengikuti kegiatan ‘tanam seribu pohon’ atau ‘penghijauan’
ü  Mengurangi penggunaan kertas yang berbahan dasar kayu, karena sekarang sudah banyak perusahaan yang mengeluarkan kertas ramah lingkungan yang berbahan dasar sampah daur ulang dengan kualitas yang sama
ü  Melaporkan jika melihat tindakan penebangan liar(illegal logging)
ü  Ikut menjaga dan merawat hutan disekitar kita beserta isinya
ü  Dan yang terpenting menghargai hewan serta tumbuhan dimana pun adanya

Kehidupan yang diciptakan Tuhan pasti memiliki maksud tertentu dan bermanfaat bagi satu sama lainnya, asalkan kita bisa memilah mana yang perlu dilakukan dan yang perlu dihindarkan. Dan semoga semua yang membaca ini tulisan ini bisa menyadari hal itu, jadi mulai sekarang mulailah menggaris bawahi bahwa:
“Saya, hutan dan semua hewan memiliki taraf yang layak untuk tetap hidup di bumi ini”
Sehingga kalian akan berfikir dua kali untuk melakukan tindakan egois yang hanya memikirkan kepentingan pribadi atas diri kita sendiri. Bukan hanya untuk masyarakat di wilayah Pulau Kalimantan, tapi juga semua masyarakat di belahan wilayah dunia! Jika tidak sekarang kapan lagi? Bumi yang kita tinggali ini sudah semakin sekarat tiap detiknya.

Gambar diatas adalah gambar yang saya dapat dari Greenpeace Organization, kegiatan mereka pada tahun 2011. 
Ayo kita dukung mereka!!!

Semoga informasi ini dapat membuka mata hati kita dan sedikit menambah wawasan kita semua. Tulisan ini bukan hanya untuk masyarakat yang mencintai keindahan alam, bukan hanya untuk masyarakat yang hidup berdasarkan kondisi alam, bukan hanya untuk masyarakat yang mengikuti organisasi pecinta alam. Tapi juga teman-teman yang membaca, tua maupun muda. Kita bisa melakukannya. Jangan hanya foto lalu posting di medsos, check in di medsos, tapi juga merawatnya dong!

Bumi semakin lama semakin tua, dan kita berada diatasnya.
Jika bukan kita, siapa lagi yang menjaga bumi ini untuk anak cucu kita? Tuhan itu Maha Pemurah, telah memberikan kekayaan SDA yang berlimpah, memberikan keperluan kita tanpa kira-kira dan yang tidak mungkin bisa ditakar dengan uang dan kekayaan. Teman, belajarlah mempergunakan semuanya dengan bijaksana.

Jangan lupa ya untuk share kepada teman anda, orang tua anda, serta orang-orang disekitar anda. Jangan pernah malu melakukan perbuatan yang mulia. Selamat mencoba setelah membaca blog ini. Tumbuhkan cinta kalian terhadap alam. Kita generasi yang bisa menjadikan bumi ini lebih terawat.
"Kita ramah kepada alam, maka alam akan lebih ramah dalam menyediakan segalanya untuk kelangsungan hidup kita"



Jika kalian memiliki pendapat, informasi atau apapun bisa langsung posting komentar di bawah. Mari kita saling berbagi ilmu. Semoga alam akan selalu bersahabat dengan kita. Peluk sayang untuk semua pembaca berhati mulai, semoga harimu bahagia teman ^^